Rahasia Brand untuk Lebih Dekat dengan Audiens
Anda mungkin pernah melihat produk makanan, minuman, atau bahkan taman hiburan punya serial animasi sendiri. Mengapa mereka melakukan ini? Jawabannya sederhana: kartun adalah jalan pintas menuju hati anak-anak. Di era digital ini, menjual produk kesehatan atau makanan ringan kepada anak-anak sangat sulit. Iklan biasa mudah terlupakan. Tetapi, jika produk Anda punya tokoh idola yang melakukan petualangan seru, anak-anak akan lebih gembira, dan merek Anda otomatis melekat di ingatan mereka. Artikel portofolio ini akan membongkar bagaimana kami membantu PT Erela menggunakan kartun (animasi) untuk mengubah suplemen anak menjadi Idola baru anak anak, didukung oleh contoh-contoh sukses terdahulu.
Dari Caviplex Gummy: Lahir CaviHeroes
Caviplex Gummy adalah produk vitamin unggulan dari PT Erlangga Edi Laboratories (Erela), sebuah perusahaan farmasi di Semarang, Jawa Tengah.
Produk ini dirancang sebagai Multivitamin enak untuk anak, keistimewaan Caviplex Gummy terletak pada kandungan curcuma dan Zinc. Selain membantu melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, menjadikan Caviplex Gummy membantu meningkatkan nafsu makan anak.
Caviplex Gummy hadir dengan tiga rasa lezat favorit anak-anak: stroberi, jeruk, dan varian terbarunya, anggur, yang diluncurkan pada Juni 2024.
🌟 Bintang di Balik Rasa Manis
Untuk membuat rutinitas minum vitamin ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, Erela menciptakan tiga karakter ceria yang disebut CaviHeroes: Red, Tim, dan Yoon.
RED
Seekor beruang coklat pemberani dengan hari yang berapi-api dia selalu mencari petualangan baru dan akan melakukan apapun untuk membuktikannya.
YOON
Beruang ungu yang tenang dan kalem. Diam-diam, yoon memiliki sisi lemah lembut dan suka mengamati meskipun sikapnya dingin.

Animasi Bukan Sekedar Tontonan, Tapi Senjata Pemasaran Utama
Animasi kini telah berubah dari sekadar tontonan anak menjadi alat pemasaran utama yang digunakan bisnis besar di seluruh dunia. Kekuatan Pemasaran Animasi terletak pada kemampuannya menciptakan dampak emosional dan membuat pesan tersampaikan dengan sangat jelas. Berikut adalah tiga contoh bagaimana film animasi telah menjadi Strategi Pemasaran Produk yang sukses:
1.Paddle Pop: Singa Es Krim Jadi Bintang Bioskop
Perusahaan Walls dari Belanda, Unilever, mengambil langkah pertama kali terjadi di Indonesia: membuat film kartun panjang dengan Paddle Pop Lion menjadi ikon tokoh utamanya.
2. Digimon: Mainan Virtual yang Populer Berkat Anime
Digimon Jepang pada tahun 1997 sebagai produsen mainan peliharaan virtual mendapatkan popularitas besar saat merilis anime pertamanya. Hasilnya, mainan virtual terjual 14 juta unit di seluruh dunia.
3. Dufan Defender: Monyet Bekantan Ikon Dunia Fantasi Ancol
PT Pembangunan Jaya Ancol merilis serial animasi 3D berjudul Dufan Defender. Diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung Dunia Fantasi. Pemasaran Animasi juga bisa menjual pengalaman dan lokasi wisata, bukan hanya produk fisik.